Cakrawalanews.co – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa Kota Pahlawan memiliki hubungan historis yang tak terpisahkan dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Surabaya bukan sekadar kota kelahiran, tapi juga tempat di mana nasionalisme Bung Karno ditempa dan tumbuh.
“Sejarah Kota Pahlawan tidak bisa dilepaskan dari Bung Karno. Maka dari itu, kami ingin sejarah Bung Karno terus melekat dengan Surabaya,” kata Wali Kota Eri saat meresmikan Rumah Kelahiran Soekarno di Jalan Pandean IV Nomor 40, pada 6 Mei 2023 lalu.
Menurut Eri, Surabaya bukan hanya tempat lahir secara biologis, melainkan juga secara ideologis. Dari gang-gang sempit di kawasan Peneleh, semangat perlawanan dan kesadaran kebangsaan Soekarno mulai menyala.
Surabaya, Kawah Candradimuka Bung Karno
Sejarawan dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Purnawan Basundoro, menguatkan pernyataan itu. Ia menyebut bahwa Soekarno muda banyak belajar dan menyerap pemikiran progresif di Surabaya.
“Soekarno kembali ke Surabaya saat usia 15 tahun untuk menempuh pendidikan di HBS. Di sini ia tinggal di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, tokoh penting Sarekat Islam,” kata Prof. Purnawan, Jumat (13/6/2025).
Di rumah Tjokroaminoto itulah Soekarno bersentuhan langsung dengan tokoh-tokoh pergerakan dari berbagai aliran, seperti Semaun, Musso, dan Kartosoewirjo. Rumah itu kini telah menjadi museum dan bukti nyata bahwa Surabaya adalah dapur nasionalisme Indonesia.
“Soekarno diajak diskusi, menulis di surat kabar Utusan Hindia, dan bahkan mengaku menulis 500 artikel selama tinggal di Surabaya,” ungkap Prof. Purnawan.














