Yordan melanjutkan bahwa momentum ini merupakan perwujudan soliditas. Dimana hewan kurban ini berasal dari semua pihak, tiga pilar, baik eksekutif, legislatif, maupun struktural.
“Termasuk Ketua DPD pak Said Abdullah, Walikota Surabaya dan Wakil Walikota Surabaya,” bebernya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno, di mana nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan cinta kepada rakyat kembali digaungkan.
“Bung Karno mengajarkan bahwa politik adalah jalan pengabdian. Kurban ini adalah cara kami membuktikan itu. Kami tidak hanya mengusung ideologi, tapi menjalankannya dalam tindakan nyata,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa kurban ini adalah bentuk keteladanan dan pengingat spiritual bagi seleuruh elemen baik masyarakat maupun pemimpin.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, insyaAllah kami istiqomah dalam berkurban. Dagingnya akan disalurkan kepada yang membutuhkan. Kita belajar dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tentang keimanan dan keikhlasan. Semangat ini sejalan dengan apa yang diajarkan oleh Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar kami selalu bergerak di tengah-tengah rakyat, memberi manfaat bagi wong cilik,” terangnya.













