Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan dalam partai bukanlah perkara mudah. Banyak kendala, keterbatasan anggaran, dan proses birokrasi yang harus dihadapi. Namun semua itu, menurutnya, adalah bagian dari romantika perjuangan yang harus dijalani dengan semangat dan integritas.
“Kalau hari ini kita pakai pin Bung Karno di dada kita, maka semangat Bung Karno juga harus ada dalam jiwa kita. Berpartai bukan untuk guyonan, bukan sekadar hobi, tapi karena kita sudah selesai dengan kepentingan pribadi,” ujarnya lantang.
Kegiatan upacara ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang akan digelar oleh DPC PDIP Surabaya sepanjang Juni 2025, sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, yang juga penggali Pancasila.












