Meski demikian, Hermawan mengakui ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga akibat faktor cuaca, meskipun kenaikannya tidak signifikan. “Memang dalam kondisi hujan, seperti bawang merah dan cabai juga cenderung naik, tapi alhamdulillah di sini naiknya tidak signifikan, hanya sedikit saja dan masih normal,” imbuhnya.
Pihaknya juga menekankan pentingnya pengawasan untuk mencegah permainan harga oleh pihak tertentu. Hermawan mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak di Kota Surabaya dalam menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan. “Sehingga saya lihat tadi harga semuanya aman, termasuk daging, daging ayam juga laporannya aman, telur juga aman,” katanya.
Dalam kesempatan ini, tim dari DKPP Surabaya bersama NFA turut melakukan uji laboratorium terhadap beberapa sampel produk segar untuk memastikan keamanannya. “Alhamdulillah, kami sudah mengambil sampel tomat, seledri, selada, semuanya sudah dicek menggunakan laboratorium keliling yang kami punya. Hasilnya alhamdulillah (pestisida) negatif, hanya ada sedikit di lemon, tapi masih dalam ambang batas normal,” ujarnya.
Dari 10 sampel yang diuji di Pasar Genteng Baru, empat di antaranya diuji kandungan pestisida. Sementara enam lainnya diuji kandungan formalinnya. “Kalau formalin, negatif semua. Jadi formalin itu pada pangan segar, seperti ikan, ayam, dan daging, alhamdulillah aman semua di sini,” katanya.
Hermawan pun mengapresiasi efektivitas pengawasan yang dilakukan Pemkot Surabaya bersama Satgas Pangan Polri di Kota Pahlawan. Menurutnya, pemantauan ini terbukti berhasil menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan di Surabaya.
“Hasil dari pengawasan dan pengecekan selama ini yang dilakukan oleh rekan-rekan di Surabaya, kalau menurut saya, efektif dan berhasil. Karena buktinya kami datang dadakan, tanpa pemberitahuan sebelumnya, dan hasilnya luar biasa. Saya berharap provinsi lain juga bisa menerapkan hal yang sama,” ungkapnya.












