“Kami sampai ikut lelang karena takut tak kebagian tempat stan paling depan. Kami cari-cari utang tak apa-apa yang penting bisa menempati stan paling depan. Bahkan, ada yang sudah bayar Rp 39 juta dengan bukti kwitansi,” tandasnya.
Menanggapi keluhan para pedagang, salah satu anggota Komisi II DPRD Gresik Junanto mensinyalir ada ketidakberesan dalam pengelolaan di Pasar Giri.
“ Setelah kami tampung keluhan para pedagang Pasar Giri, ada dugaan jual beli stan yang kami duga inprosedural. Untuk persoalan ini, kami akan menelusuri uang penjualan stan dan kami akan hearing dengan Diskoperindag UKM beserta pihak UPT Pasar Giri, dan sejumlah pihak terkait,” pungkasnya.(eno/cn08)












