“Bank UMKM Jatim siap mendukung dengan skema pembiayaan yang sesuai agar BUMDesa bisa terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi desa lewat Prokesra, Program Kredit Petani Jawa Timur, dan Dagulir,” kata Irwan.
Program Kredit Sejahtera (Prokesra), ujar Irwan, mempunyai suku bunga yang sangat terjangkau hanya 3% per tahun sehingga ringan bagi masyarakat desa dan banyak diserap bagi pengusaha ultra mikro di bidang pangan. Ada pula Program Kredit Petani Jawa Timur yang suku bunga hanya 6% per tahun dengan plafon hingga Rp 50 juta untuk petani dan Rp 200 juta untuk kelompok tani.
“BUMDesa yang bisa mengakses ini tidak hanya pertanian saja tetapi juga semua yang berkaitan dengan pangan, bisa usaha petani pangan, petani ternak, petani perikanan dan kelautan, maupun petani perkebunan dan agrobisnis. Ini tentu mendukung kedaulatan pangan di Jatim termasuk saat memasok MBG,” ujar Irwan.
Selain itu, Irwan menjelaskan, modal ringan bisa BUMDesa dapatkan lewat Kredit Dana Bergulir (Dagulir) yang suku bunganya terjangkau, hanya 4% per tahun. Plafon pinjaman bisa sampai Rp 300 juta dengan suku bunga 4% jangka Waktu maksimal 5 tahun. Banyak BUMDesa yang telah menjadi mitra binaan Bank UMKM Jatim, antara lain BUMDesma Saribumi Trenggalek yang mengolah produk turunan rempah-rempah, BUMDesma Madu Mandiri Songgon Banyuwangi yang mengolah madu, atau BUMDES Bareng Lestari Nganjuk yang mempunyai peternakan sapi dan kuliner.



