Lebih lanjut, Eri menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan daerah penunjang seperti Sidoarjo, Gresik, dan Bangkalan.
Menurutnya, pembangunan tidak bisa lagi berbasis batas administratif semata, melainkan harus mempertimbangkan dinamika pertumbuhan perkotaan secara luas.
“Adaptasi terhadap tantangan zaman tidak bisa dihindari. Diprediksi pada tahun 2045, jumlah penduduk dunia mencapai 9,4 miliar jiwa, dengan 70% tinggal di perkotaan. Jika kita tidak membentuk ekosistem pekerjaan dan kekuatan ekonomi yang solid, maka akan sulit menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.












