Eri juga memaparkan tantangan dalam pengelolaan fiskal Kota Surabaya, terutama dalam pembiayaan berbagai sektor strategis. Beberapa kebutuhan anggaran yang disampaikan antara lain: Penanganan banjir: Rp 9,6 triliun, Sektor pendidikan: Rp 2,5 triliun, Sektor kesehatan: Rp 2,7 triliun, Program rumah tidak layak huni (Rutilahu) 8.176 unit: Rp 286 miliar, Jaminan Kesehatan Semesta: Rp 450 miliar, Honor pelayanan publik: Rp 1,4 triliun/tahun, Pembangunan infrastruktur jalan: Rp 10,6 triliun, Penerangan jalan umum: Rp 280 miliar
Eri menegaskan bahwa besarnya anggaran yang dikelola harus diimbangi dengan inovasi dan efektivitas dalam pelaksanaan program pembangunan.
“Jangan hanya melihat besar kecilnya nilai anggaran, tetapi juga bagaimana keluaran dari program yang dijalankan. Kita harus inovatif untuk membahagiakan rakyat, seperti yang selalu ditekankan oleh Presiden,” ujar Eri.












