Cakrawala BirokrasiCakrawala SurabayaHeadlineIndeksPilihan Redaksi

Eri Cahyadi Evaluasi Pengawasan Penggunaan Fasilitas Pemerintah untuk Sosialisasi Program

×

Eri Cahyadi Evaluasi Pengawasan Penggunaan Fasilitas Pemerintah untuk Sosialisasi Program

Sebarkan artikel ini
Eri Cahyadi Evaluasi Pengawasan Penggunaan Fasilitas Pemerintah untuk Sosialisasi Program. Foto Dokumen
Eri Cahyadi Evaluasi Pengawasan Penggunaan Fasilitas Pemerintah untuk Sosialisasi Program. Foto Dokumen

Buntut Penipuan Bermodus Pogram Pemkot Rugikan Puluhan UMKM di Surabaya

CakrawalaNews.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan evalusiasi dan perketat pengawasan penggunaan fasilitas pemerintah seperti kelurahan atau kecamatan untuk digunakan sosialisasi program.

Wali Kota Eri menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi serta memperketat pengawasan terhadap penggunaan fasilitas pemerintah untuk sosialisasi program. Langkah ini diharapkan agar tidak lagi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Ke depan, kami akan memperketat pengawasan. Jika ada kegiatan di kantor kelurahan, harus dipastikan terlebih dahulu apakah itu benar program dari pemkot atau bukan,” ungkapnya.

Wali Kota eri pun, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Peringatan ini disampaikan setelah belasan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya Barat menjadi korban penipuan oleh seorang pria yang mengaku sebagai pegawai pemkot.

Menanggapi kasus ini, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa terduga pelaku tidak lagi memiliki keterkaitan dengan Pemkot Surabaya.

Ia mengingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan program pemkot tanpa verifikasi yang jelas.

“Saya berharap kepada warga Surabaya, kalau ada yang mengaku membawa program UMKM atau program dari Dinas Kependudukan terkait identitas kependudukan digital  (IKD), pastikan itu benar-benar dari petugas resmi. Kalau bukan dari camat, lurah, atau kepala dinasnya, jangan percaya,” kata Wali Kota Eri, Sabtu (8/2/2025).

Wali Kota Eri mengungkapkan bahwa terduga pelaku penipuan berinisial BAR sebelumnya telah diberhentikan karena permasalahan terkait Alat Tulis Kantor (ATK) di Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim). Terduga pelaku ini sebelumnya telah dipecat sejak Juli 2024.

“Arek iku (terduga pelaku) sudah dikeluarkan karena bermasalah terkait ATK di Bagian Umum (Prokopim) ya berkurang. Karena itu (dia) dikeluarkan sanksinya,” tegas dia.

Oleh karena itu, Wali Kota Eri meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memastikan kebenaran informasi dengan menghubungi pihak kelurahan atau kecamatan sebelum mempercayai tawaran program.

“Saya bolak-balik mengingatkan, jangan gampang percaya. Kalau ada informasi seperti ini, cek dulu ke camat atau lurahnya apakah benar ada program tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, Belasan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Surabaya Barat menjadi korban penipuan dengan modus mencatut nama pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kerugian para korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Dikutip dari suarasurabaya.com Modus penipuan dilakukan oleh seseorang bernama Bramasta Afrizal Riyadi yang mengaku sebagai pegawai bagian umum Pemkot Surabaya. Penipuan itu bermula 24 Oktober 2024 lalu waktu belasan UMKM dikumpulkan di kantor kelurahan setempat untuk menerima sosialisasi Bramasta Afrizal Riyadi beserta rekan-rekannya.

Bram mengumpulkan para pedagang kaki lima (PKL) dikantor kelurahan setempat melalui undangan dari ketua LPMK Sememi, Benowo, dengan dalih sosialisasi program bantuan pinjaman UMKM tanpa bunga. Program ini disebut-sebut merupakan inisiatif Pemkot Surabaya, bekerja sama dengan sponsor seperti Gramedia, Kredivo, dan Shopee. Para korban diminta mengunduh aplikasi tertentu sebagai syarat mendapatkan bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *