Menurut Aswan, dalam melakukan perampingan pohon, ada tiga teknik yang dilakukan oleh tim DKP Surabaya. Yakni perantingan (merapikan ranting-ranting), potong meja alias pangkas meja (memangkas batang pohon yang keropos dan terindikasi penyakitan) dan potong bawah bila pohon tersebut memang rawan tumbang.
Aswan menambahkan, ketika musim hujan, semisal kondisi mendung tebal pertanda akan turun hujan, personelnya sudah langsung merapatkan barisan. Dari mulai melakukan doa bersama hingga menyiapkan peralatan. Personel tersebut juga disiapkan di posko yang ada di beberapa lokasi. Diantaranya di Taman Bungkul, Tampak Siring, Tanjung Sari dan Kenjeran. “Supaya responnya cepat bila ada kejadian semisal ada pohon tumbang,” sambung dia.(mnhdi/cn02)












