Menurut Chalid, ada sekitar 500 personel yang dikerahkan DKP Kota Surabaya untuk memantau kondisi pohon-pohon di ruang terbuka hijau di pinggir jalan maupun di taman-taman yang ada di Kota Pahlawan. Jumlah personel tersebut terbagi dalam enam (6) kelompok. Yakni, dua kelompok di kawasan Surabaya Timur, lalu untuk di kawasan Surabaya Selatan, Surabaya Pusat, Barat, Utara masing-masing satu kelompok.
Tim tersebut bertugas untuk memantau pohon-pohon yang karena faktor usia terlihat keropos, kelihatan tidak sehat dan membahayakan karena rawan tumbang. Ada pula pohon yang kadang terlihat sehat di bagian atasnya tetapi ternyata penyakitan di bagian bawah. Bila ditemukan pohon dengan ciri-ciri tersebut, tim DKP akan langsung bertindak melakukan perampingan. “Kalau warga menemukan pohon yang memiliki ciri-ciri tersebut, silahkan SMS ke saya, nomor HP saya sudah saya sebar dan nanti akan kami tindaklanjuti. Intinya kami mohon doanya semoga tidak ada apa-apa,” sambung mantan Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya ini.
Kepala Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) DKP Kota Surabaya, Aswan, menambahkan, tim DKP setiap hari bergerak untuk memantau kondisi pohon-pohon yang ada di jalan protokol. Untuk jalan-jalan protokol yang ramai kendaraan seperti di jalan Darmo, Jalan Ahmad Yani, atau Jalan Panglima Sudirman, tim ‘begadang’ melakukan perampingan pohon. Dari mulai jam 22.00 WIB, hingga pukul 03.00 dini hari dengan pertimbangan tidak menganggu arus lalu lintas. Ada juga ruas jalan yang ‘dikunjungi’ ketika siang hari karena tidak terlalu padat kendaraan. “Kami sudah melakukannya ketika musim kemarau. Karena kalau mengerjakan mendekati musim hujan, tidak nututi,” ujar Aswan.












