Sejarah Singkat Yoga Restoratif
Yoga restoratif dikembangkan oleh B.K.S. Iyengar, seorang guru yoga ternama. Ia mengamati bahwa banyak muridnya mengalami kesulitan untuk mempertahankan pose-pose yoga tradisional dalam waktu yang lama. Dari pengamatan ini, Iyengar mengembangkan pendekatan yang lebih lembut dan suportif, yang kemudian dikenal sebagai yoga restoratif.
Manfaat Yoga Restoratif
Mengurangi stres: Pose-pose yang pasif dan tahan lama dalam yoga restoratif membantu meredakan ketegangan otot dan pikiran, sehingga mengurangi tingkat stres.
Meningkatkan kualitas tidur: Dengan merelaksasi sistem saraf, yoga restoratif dapat membantu mengatasi insomnia dan meningkatkan kualitas tidur.
Meningkatkan fleksibilitas: Meskipun gerakannya lambat, yoga restoratif dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh secara bertahap.
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Relaksasi mendalam yang dicapai melalui yoga restoratif dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Meningkatkan kesadaran diri: Dengan fokus pada pernapasan dan sensasi tubuh, yoga restoratif dapat membantu meningkatkan kesadaran diri dan kesejahteraan mental.
Bagaimana Pose-Pose yang Ditahan Lama Dapat Membantu?
Dalam yoga restoratif, pose-pose ditahan dalam waktu yang cukup lama, biasanya antara 5-20 menit. Dengan menahan pose, tubuh secara bertahap akan melepaskan ketegangan yang tersimpan dalam otot dan jaringan ikat. Selain itu, pose-pose yang didukung oleh properti juga membantu tubuh untuk benar-benar rileks dan melepaskan diri dari gravitasi.



