Untuk pengalokasian dana ini sendiri disampaikan sebesar Rp 3,08 triliun akan dialokasikan untuk belanja, termasuk belanja operasi sebesar Rp 2,26 triliun dan belanja modal Rp 312,82 miliar. Defisit sebesar Rp 200,61 miliar akan ditutupi melalui pembiayaan netto, memastikan pelaksanaan program dapat berjalan dengan lancar.
Dalam pesannya, Agustyarsyah menyebutkan bahwa penyerahan DPA ini bukan sekedar simbolis, melainkan menjadi langkah awal dari implementasi program kerja yang telah direncanakan.
“Dengan penandatanganan perjanjian kinerja hari ini, kita menegaskan komitmen untuk mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan dalam indikator kerja utama.” ujarnya.









