“Setelah uji tanah yang dilakukan pada tahun 2017 pada 20 titik lahan, ternyata yang cocok hanya ada di 8 titik (desa,red) yaitu Desa Lundo, Desa Sirnoboyo dan Desa Sedapurklagen di Benjeng. Kemudian di Desa Wotansari, Desa Sekarputih, Desa Jombangdelik, Desa Brangkal, dan Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang,” paparnya.
Pada lahan uji coba yang akan dimulai pada tahun 2018 ini, Dinas Pertanian Gresik menyiapkan lahan sekitar 1,5 hektar dengan melibatkan 75 orang petani tembakau.
“Kami sudah memberikan penyuluhan kepada para petani tembakau tersebut. Yang jelas ada perlakuan berbeda terhadap tanaman tembakau ini dibanding komuditas tanaman lain. Tanaman tembakau yang bisa dipanen setelah 6-7 bulan ini harus ditanam pada musim kemarau. Dipastikan mulai ditanam sampai panen tidak turun hujan. Dan. tentu saja tanaman tembakau sangat anti dengan pestisida,” tandasnya.
Mengenai penjualan hasil panen, pihak Disperta juga sudah memastikan akan dibeli oleh pengepul tembakau. Bahkan, saya sudah melakukan kesepakatan awal dengan seorang Ketua Asosisasi Petani Tembakau Jawa Timur untuk membeli hasil panenan tembakau jenis virginia Gresik,” pungkasnya. (eno/cn08)












