Ditambahkan Agus, hal inilah yang akan kembali digagas untuk mengembangkan tembakau agar menjadi salah satu komoditas pertanian di Gresik sebagai diversifikasi tanaman pangan.
Namun pihaknya dalam budidaya tanaman tembakau yang akan dilakukan berbeda dengan budidaya yang sudah pernah ada. Baik dari sisi perencanaan, perlakuan, serta jenis tembakau yang akan ditanam yang juga berbeda dari jenis tembakau yang pernah ada di Gresik sebelumnya.
“Kami mulai menjajaki untuk menanam tembakau jenis virginia yang secara ekonomis harganya lebih mahal dibanding jenis tembakau lokal yang selama ini dibudidayakan di Gresik. Kami telah menentukan delapan titik areal di dua kecamatan. yaitu Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Benjeng,” ungkapnya.
Ia menjabarkan, dalam ujicoba nantinya dengan menggunakan Dana bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Disperta sudah mengadakan analisa kesesuaian lahan dengan komoditas tembakau Virginia.












