Jenis-Jenis Terarium Berdasarkan Tingkat Kelembapan
Terarium Tertutup:
Karakteristik: Terarium jenis ini sepenuhnya tertutup, sehingga kelembapan di dalamnya sangat tinggi.
Tanaman yang Cocok: Jenis paku-pakuan, lumut, dan tanaman tropis berdaun lebar seperti peace lily atau calathea sangat cocok untuk terarium tertutup.
Terarium Semi-Tertutup:
Karakteristik: Terarium ini memiliki ventilasi kecil untuk mengatur kelembapan.
Tanaman yang Cocok: Lebih fleksibel, bisa menampung berbagai jenis tanaman, termasuk sukulen, kaktus, dan tanaman hias berdaun kecil.
Terarium Terbuka:
Karakteristik: Terarium jenis ini tidak memiliki penutup, sehingga kelembapannya lebih rendah.
Tanaman yang Cocok: Cocok untuk tanaman yang tahan terhadap kondisi kering seperti sukulen dan kaktus.
Sejarah Singkat Terarium
Ide pembuatan terarium pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter asal Inggris bernama Nathaniel Ward pada abad ke-19. Awalnya, Ward membuat terarium untuk mengamati metamorfosis ngengat. Namun, ia kemudian menyadari bahwa terarium juga dapat digunakan untuk membudidayakan tanaman.
Mengapa Membuat Terarium?
Dekorasi Unik: Terarium dapat menjadi hiasan yang menarik dan unik untuk rumah atau kantor.
Pendidikan: Terarium adalah alat yang bagus untuk belajar tentang ekosistem dan siklus hidup tanaman.
Terapi: Proses membuat dan merawat terarium dapat menjadi kegiatan yang menenangkan dan mengurangi stres.
Lingkungan yang Terkendali: Terarium memungkinkan Anda untuk menciptakan lingkungan yang ideal bagi tanaman yang sulit tumbuh di kondisi normal.



