Surabaya. Cakrawalanews.co – Calon Gubernur Jawa Timur, Luluk Nur Hamidah menyampaikan catatan kritis terkait penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024.
Komentar ini disampaikan Luluk usai KPU Jatim merampungkan rekapitulasinya. Hasilnya pasangan Khofifah-Emil keluar menjadi pemenang dengan perolehan suara lebih dari 12,1 juta, pasangan Risma-Gus Hans di urutan kedua dengan perolehan 6,7 juta suara dan pasangan Luluk-Lukman sendiri memperoleh 1,7 juta suara.
Luluk pun menyampaikan bukan perihal menang atau kalah yang menjadi catatannya di Pilgub Jatim 2024. Urusan menang dan kalah menurutnya sudah menjadi suatu keniscayaan yang mau tidak mau harus diterima dengan lapang dada. Catatan merah ini tidak menitik beratkan pada hasil Pilkada, tapi difokuskan pada bagaimana proses pilkada itu dilaksanakan.
Luluk mengaku memiliki banyak bukti adanya tindakan yang menciderai proses demokrasi di Jatim bahkan dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) selama proses Pilgub berlangsung.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya Pilgub Jatim 2024. Terima kasih kepada KPU, Bawaslu, serta seluruh jajaran penyelenggara yang telah menjalankan tugasnya. Namun, sebagai calon yang ikut berkontestasi langsung, saya memiliki beberapa catatan penting terkait penyelenggaraan ini,” ujar Luluk, Rabu (10/12/2024).











