Sementara Kepala Dinas Pendidikan Mahin menyatakan berbagai langkah sudah dilakukan sejak lima tahun terakhir. Hal ini seperti yang diinginkan oleh pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar.
Kami menerapkan standard pelayanan minimal untuk Dikdas dari implementasi 27 indikator tingkat SD/MI, 14 Indikator SMP/MTS, dan 13 indikator tingkat satuan sekolah.
“Beberapa indikator itu misalnya gurunya cukup atau tidak, kapasitas kemampuan guru memenuhi standar tidak, aspek fasilitas, kecukupan ruang kelas, ketersediaan buku,” kata Mahin menyampaikan arahan direktur Dikdas.
Mahin mencontohkan indikator SPM misalnya soal komposisi murid dalam satu tombongan belajar yaitu 32 siswa di tingkat SD/MI, dan 36 siswa di tingkat SMP/MTS.
“Memang tujuan program ini baik yaitu meningkatnya kapasitas pengelola pendidikan di tingkat kabupaten/kota secara merata dan manajemen di tingkat sekolah/madrasah dalam pencapaian SPM,” tutupnya. (eno/cn08)



