“Melalui Festival ini, kami ingin membangun jejaring sekolah sungai antar komunitas masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai Bengawan Solo. Mereka berasal dari lima kecamatan yaitu dari Kecamatan Ujungpangkah, Sidayu, Bungah, Manyar, Dukun,” ujarnya, Rabu (15/11).
Di tambahkan Wabup, pada sekolah sungai ini masyarakat akan dimotivasi dan diajak untuk ikut serta memanfaatkan bantaran sungai sampai ke muara untuk budidaya tanaman mangrove. Sebab, di beberapa tempat budidaya mangrove yang telah dilakukan sudah berhasil.
“Berkat tanaman magrove hasilnya sudah mulai tampak, karena banyak masyarakat yang berkunjung untuk melihat. Sehingga hal itu, bisa memberi manfaat dan nilai kesejahteraan bagi masyarakat yang menanam. Selain itu, tanaman mangrove bisa menjaga lingkungan tetap lestari, menjaga abrasi laut dan perkembangan ikan menjadi baik. Sehingga hasil tangkapan ikan nelayan sekitar akan semakin banyak,” tuturnya.



