“Kesimpulan sementara bahwa, makan bergizi dengan nutrisi cukup untuk sarapan siswa sekolah setiap hari ternyata memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa,” tutur Yona yang juga Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini.
Yona memastikan bahwa, MBG yang diberikan memang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dari aspek kebutuhan kalori misalnya, Yona melibatkan ahli gizi untuk memberikan porsi yang cukup, 900-1.050 kilo kalori saja. Separuh dari total kebutuhan harian anak. Dengan porsi ini, anak memiliki energi untuk proses pembelajaran di kelas, lebih fokus belajar.
Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya itupun mengatakan jika program uji coba ini berakhir pada 29 November 2024. Pada Kamis, 28 November 2024 sudah dilakukan post test. Dia yakin program uji coba ini akan memberikan kejutan hasil lebih baik lagi. Poin perubahan pada indeks belajar anak akan lebih meningkat lagi.
Setelah hasil post test keluar, maka akan dilakukan penelitian ke setiap siswa. Jika ada yang indeks belajarnya turun, maka akan dilakukan pendekatan. Menelisik faktor apa yang membuat poinnya turun, sehingga permasalahan anak bisa diselesaikan dengan tepat.
“Setidaknya tujuan trial and error MBG yang kami lakukan ini tercapai. Yaitu memastikan sejauh mana dampak yg ditimbulkan dari program MBG ini kepada siswa,” ujarnya.












