Arbayanto menyampaikan, penurunan PAD bukan sekadar persoalan anggaran, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk beradaptasi dengan situasi baru. Ia menilai, banyak dinas yang hingga kini masih terlalu terpaku pada pola kerja rutin tanpa berusaha mencari terobosan baru. Padahal, menurutnya, Jawa Timur memiliki aset dan sumber daya yang jika dikelola dengan baik dapat memberikan kontribusi besar terhadap PAD. “Saat ini dinas-dinas terkesan kurang kreatif. Padahal, peluang untuk meningkatkan PAD sebenarnya sangat terbuka,” ungkap Arbayanto, Kamis (21/11/2024).
Politisi Dapil Jatim VI tersebut menyoroti sejumlah aset penting yang belum dimanfaatkan secara maksimal, seperti pelengan ikan di Lamongan dan Gresik yang memiliki luas hingga sampai dengan lima hektare. Aset tersebut, menurutnya, dapat menjadi pusat aktivitas nelayan dan mendukung perekonomian lokal. Namun, minimnya infrastruktur membuat potensi ini belum tergarap dengan baik. Ia juga menyebut kawasan perikanan di Sendang Biru, Malang Selatan, sebagai contoh lain dari aset strategis yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan daerah.



