“Sebenernya itu kewenangan pemerintah provinsi, sekarang kewenangan saya saat itu (saat jadi wali kota). Tapi saya gregetan karena saya kan butuh air untuk warga Surabaya, jadi itu saya keruk sendiri,” jelasnya.
“Padahal kita bayar ngambil air PDAM Surabaya itu bayar. Demi warga, saya keruk sendiri, saya urus sendiri,” kata Risma.
Dari hal tersebut, Risma akan mengupayakan normalisasi kali Porong sebagai sumber air bersih warga.
“Tapi memang agak panjang nanti soalnya harus dari Mojokerto saya ngeruknya,” katanya. (Caa)



