Ia pun menegaskan bahwa, kritiknya bukan berarti menolak kebijakan pemerintah, termasuk program yang diinisiasi presiden Prabowo Subianto.
“Tapi kita harus realistis dalam menghitung efek pergeserannya,” pungkasnya.
Proyek Rumah Sakit Surabaya Selatan yang direncanakan untuk tahun 2025 sangat rawan terdampak dari pergeseran anggaran ini. Melihat komposisi anggaran yang dibutuhkan oleh program tersebit direncanakan sebesar Rp 1,1 Triliun atau sekitar 10 persen dari APBD kota Surabaya. Sehingga, DPRD Surabaya diharapkan mampu menjembatani kebutuhan program pemerintah dengan tetap menjaga kesinambungan pembangunan infrastruktur strategis lainnya.(cn01)












