Pengembangan ini, menurut Irvan, harus memperhatikan berbagai faktor seperti karakteristik fisik sungai, titik dermaga, moda kapal, sarana navigasi, aksesibilitas, serta integrasi dengan moda transportasi lain. Pemilihan moda kapal juga telah disesuaikan dengan kebutuhan rute, di mana kapal berkapasitas 34 penumpang akan digunakan untuk rute pendek dan kapal berkapasitas 15 penumpang untuk rute panjang.
“Pemilihan titik dermaga perlu diperhatikan untuk memastikan integrasi dengan kawasan-kawasan seperti perkantoran, permukiman, dan destinasi pariwisata,” tambahnya.
Irvan juga menyebutkan bahwa pengembangan transportasi air ini diharapkan bisa terhubung dengan wisata Kalimas yang telah dikembangkan oleh Pemkot.
Sebagai langkah awal, Irvan menginformasikan bahwa Pemkot merekomendasikan Sungai Kalimas untuk menjadi jalur transportasi penumpang.
Jalur ini akan dimulai dari Pasar Pabean hingga Pasar Keputran dan Pasar Wonokromo. Selain itu, pengaktifan Canal Lock (pintu air) di sepanjang sungai juga dibutuhkan untuk menjaga stabilitas muka air Kalimas.(cn02)



