“Maka birokrasi dan kepemimpinan yang baru harus mampu mengakhiri kemiskinan, kelaparan, pengangguran, kesenjangan dan air mata para ibu dan janda, anak-anak yatim terlantar, dan mereka semua yang selama ini diabaikan dan tidak dilihat oleh kekuasaan,” ungkap Luluk.
Luluk juga menekankan pada tata kelola pemerintahan yang bekerja untuk rakyat, “Kami akan menghadirkan sebuah kepemimpinan baru, tata kelola baru yang benar-benar hadir untuk seluruh rakyat Jawa Timur, bukan untuk keluarga atau kelompok sendiri,” pungkas Luluk. (Caa)












