Surabaya telah menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mengusung konsep tersebut, dan peluncuran Kampung Gasing ini menjadi langkah awal untuk mendekatkan konsep tersebut ke masyarakat.
Ajeng menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan cita-cita menciptakan RW yang layak anak, yang menjunjung nilai-nilai “no gadget” dan “no bullying” guna mendukung terbentuknya generasi emas.
Seperti diketahui, Kampung Gasing menyediakan berbagai fasilitas dan kegiatan yang mendorong anak-anak bermain permainan tradisional, seperti gasing, congklak, dan gobak sodor, yang sekaligus memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal.
Selain itu, kampung ini juga aktif menyelenggarakan kegiatan edukatif bagi anak-anak dan orang tua mengenai bahaya kecanduan gadget dan cara mengelola penggunaan teknologi secara bijak.
Dengan adanya Kampung Gasing, mejadi asa bagu Pemerintah Kota Surabaya, khususnya anak-anak, dapat lebih aktif berinteraksi secara langsung dan tidak hanya bergantung pada gadget dalam kehidupan sehari-hari.(cn03)



