Pemkot Surabaya bekerja sama dengan PT. Pertamina dalam melakukan pendampingan terhadap anak-anak inklusi dan para ibu di kawasan tersebut. Anak-anak inklusi yang mengikuti kegiatan membatik berjumlah 10 orang, terdiri dari berbagai jenjang pendidikan mulai SD hingga SMA/SMK. Sementara kelompok menjahit terdiri dari 15 orang.
“Kecamatan Pabean Cantian memiliki program CSR dengan Pertamina untuk pendampingan ini. Selain pemberdayaan masyarakat, Pertamina juga membantu pemberian susu untuk balita stunting,” jelas Rizal.
Kelompok menjahit ibu dan membatik anak inklusi ini akan dibina dan dikembangkan oleh PT. Pertamina selama lima tahun ke depan. Hasil membatik dijual secara online dan dipasarkan melalui pameran kerajinan UMKM. Ada pula booth khusus hasil batik anak-anak inklusi di Kantor Kecamatan Pabean Cantian.












