“Milenial dan Gen Z sering kesulitan dalam mengelola kebutuhan pokok dan keinginan mereka. Kebutuhan pokok sering kali diminimalkan, sementara keinginan lebih ditonjolkan,” ungkapnya.
“Mulai dari sekarang, penting bagi milenial untuk belajar memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan keinginan. Manajemen antara pendapatan dan pengeluaran harus dikelola dengan baik,” imbuhnya.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Agus juga menyarankan adanya program literasi keuangan yang ditujukan bagi milenial dan Gen Z. Literasi keuangan yang memadai akan membantu mereka memahami pentingnya menabung dan mengelola pendapatan dengan bijaksana. Menurut Agus, pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengadakan program literasi keuangan yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya pengelolaan keuangan.
“Jika milenial memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, mereka akan lebih mudah mengatur keuangan untuk mempersiapkan diri memiliki hunian,” pungkasnya. (Caa)












