Saat ditanya terkait kemungkinan penerapan program makan gratis menggunakan APBD Jatim, Blegur menilai hal tersebut sangat memungkinkan. Namun, menurutnya, kebijakan ini perlu menunggu hasil pemilihan Gubernur Jatim mendatang.
“Memungkinkan untuk diterapkan di Jatim. Program makan siang gratis bisa terwujud, terutama jika selaras dengan kebijakan pemerintah pusat,” kata Blegur.
Ia juga menyampaikan bahwa prioritas alokasi anggaran menjadi ranah eksekutif. Namun DPRD Jatim, khususnya Fraksi Golkar, mendorong penuh kebijakan yang menekan angka kemiskinan, termasuk melalui program makan gratis.
“Fraksi Golkar sangat mendukung upaya pemerintah untuk menekan angka kemiskinan. Program makan siang gratis, sekolah gratis, hingga kesehatan gratis, jika diterapkan, tentu akan sangat membantu masyarakat Jawa Timur,” tambah Blegur.
Blegur optimis, apabila kebijakan ini berjalan, Jawa Timur akan merasakan dampak positif yang signifikan.
“Dengan menekan angka kemiskinan, dampak positif akan terlihat di masyarakat. Selanjutnya, kita tinggal fokus menciptakan lapangan pekerjaan agar masyarakat Jawa Timur semakin sejahtera,” imbuhnya. (Caa)












