Lebih lanjut, Khofifah berharap agar santri tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga inisiator yang aktif dalam menciptakan perubahan di masyarakat. Ini menjadi bagian penting dari peran santri dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
“Tantangan global seperti disrupsi digital dan perubahan teknologi mengharuskan santri untuk menguasai pengetahuan modern, termasuk teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan sains. Penguasaan ilmu ini penting agar mereka bisa bersaing di era globalisasi dan turut berinovasi dalam bidang-bidang yang memajukan masyarakat,” katanya.
“Jadi saya mengajak para santri untuk terus berjuang dengan semangat intelektualitas dan religiusitas di era transformasi digital. Para santri harus terus mengembangkan diri untuk bersiap mengambil peran membangun negeri dan berkontribusi pada peradaban,” pungkasnya.(Caa)



