Eri menjelaskan bahwa kesehatan organisasi merujuk pada kemampuan internal organisasi untuk konsolidasi, eksekusi kebijakan, serta beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Ketiga elemen ini berpengaruh besar pada keberhasilan kinerja organisasi.
Ia menegaskan bahwa kinerja berkelanjutan tidak hanya soal mencapai target, tetapi juga menjaga kesehatan organisasi.
Menurut Eri, berbagai penghargaan yang diraih Pemkot Surabaya—mulai dari predikat SAKIP AA hingga Kota Sehat dari WHO—merupakan hasil penerapan teori kesehatan organisasi. “Semua penghargaan itu didasarkan pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat sebagai tolok ukurnya,” tegasnya.
Disertasinya juga menekankan pentingnya pelatihan leadership untuk middle managers, seperti camat dan kepala dinas. Salah satu hasil nyata dari pelatihan ini adalah penurunan drastis stunting di Surabaya, dari 28,5% menjadi 1,6%, serta penurunan kemiskinan dari 6% menjadi 3,4%.



