“Luka bangsa Indonesia belum sembuh, dan sekarang kita dengar wasit yang akan memimpin melawan Cina berasal dari Uni Emirat Arab. Kita perlu memberikan pesan kepada FIFA bahwa kami menginginkan fair play di setiap pertandingan. Sportivitas adalah nafas utama sepak bola. Bahkan, jika perlu, Presiden FIFA harus melakukan investigasi dan memberikan sanksi keras terhadap wasit yang tidak profesional,” tegasnya.
Mengenai hasil seri melawan Bahrain, Toni menyebutkan bahwa hal tersebut harus dijadikan motivasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Timnas Cina.
“Doa ratusan juta rakyat Indonesia yang merasa dizalimi, Insya Allah, akan dikabulkan. Ini bisa menjadi semangat bagi Timnas untuk tampil lebih baik. Alhamdulillah, level permainan Timnas sudah naik signifikan, karena kita hampir menang melawan Bahrain. Hasil seri ini harus didapat Bahrain dengan bantuan wasit yang pura-pura tidak melihat jam,” pungkasnya.
Kontroversi ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, dan banyak pihak berharap adanya tindakan nyata dari FIFA demi menjaga sportivitas dan keadilan dalam sepak bola internasional.(cn02)












