Untuk kotak suara, progres penerimaan baru 96,47 persen, bilik suara progres penerimaan 55,73 persen dari progres pengiriman 93,75 persen, kabel ties progres penerimaan 94,83 persen dan tinta progres penerimaan 75,80 persen, segel progres penerimaan 18,68 persen dari progres pengiriman 35,23 persen.
Mengenai anggaran logistik, Rozaq mengaku tidak hafal angkanya. Yang pasti, pihaknya tetap mengutamakan efektifitas dan efisiensi. Semua proses pengadaan logistik pakai e-katalog dan harganya murah sekali.
“Seperti surat suara, harga perlembar kena Rp 122. Sehingga kita bisa hitung dari relatif kebutuhan surat suara 32 juta lebih, angka nominal pengeluaran dan proses produksi untuk surat suara dan itu sudah include dengan proses distribusinya. Anggarannya sekitar Rp 4 miliar,” jelasnya. (Caa)



