Pihaknya akan melakukan antisipasi terhadap iklim atau cuaca yang sekiranya dapat menghambat proses distribusi logistik. Untuk itu, KPU Jatim dalam waktu dekat, melakukan koordinasi dengan stakeholder, seperti aparat kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan BMKG.
“Tentu kami akan koordinasi dengan stakeholder lain yang nanti bisa memberi masukan untuk menghadapi kebencanaan yang ada, misalnya angin, hujan dan force majeur lain, seperti tanah longsor dan banjir. Lumajang, Pacitan dan Bondowoso misalnya, potensi terjadi bencana pasti ada,” ungkapnya.
Pengadaan logistik Pilkada Jatim 2024, terdiri dari kertas surat suara, kotak suara, bilik suara, tinta, kabel ties dan segel. Rozaq merinci kebutuhan logistik tersebut dibagi dalam dua tahap. Tahap 1, kotak suara sebanyak 61.417 dan tinta. Tahap 2, 32.088.910 dan tinta.



