Gatot menjelaskan bahwa BPBD Jawa Timur telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk perahu penyelamat, logistik, serta kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat yang terdampak bencana nantinya. “Kami memastikan semua perlengkapan, termasuk perahu karet dan logistik, telah siap di beberapa titik yang berpotensi terdampak bencana,” terangnya.
Selain itu, BPBD Jawa Timur juga telah melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca dan menentukan waktu puncak curah hujan yang dapat memicu banjir.
“Kami berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui kapan puncak hujan deras terjadi, agar kami bisa memetakan lebih jelas wilayah mana saja yang akan terdampak banjir, dan bagaimana memindahkan masyarakat ke tempat yang aman saat banjir terjadi,” ujarnya.












