Adi mengatakan, keterpaduan gerak antara pemenangan Risma-Hans dan Eri-Armuji dalam “satu tarikan napas” adalah kewajiban yang dijalankan seluruh kader dan simpatisan PDIP Surabaya. Kewajiban itu dilandasi kesadaran bahwa Risma-Gus Hans dan Eri-Armuji adalah para pemimpin yang tepat dalam menjawab kebutuhan rakyat Jatim serta Surabaya.
“Jawa Timur membutuhkan kepemimpinan yang penuh dengan kebijakan humanis, dan itu sudah dibuktikan oleh Bu Risma ketika menjadi wali kota Surabaya 2010-2020, seperti dengan menggratiskan tanpa pungli SMA/SMK. Kehadiran Gus Hans yang memiliki pengalaman luas di bidang keagamaan, pendidikan, hingga kepemudaan semakin membuat duet ini kian dibutuhkan oleh masyarakat Jawa Timur,” jelas Adi.
Adapun Eri-Armuji selama sekitar 3,5 tahun terakhir kepemimpinannya telah menghasilkan berbagai capain kinerja pro rakyat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga infrastruktur.
“Sehingga kepemimpinan Eri-Armuji wajib dilanjutkan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan kota. Jangan sampai Surabaya yang sudah semakin baik, jadi mundur lagi,” pungkas Adi.(cn01/hadi)












