“Mari kita jadikan nomor 2 sebagai simbol harapan baru bagi Jawa Timur, sebuah harapan untuk masa depan yang lebih cerah dan penuh keberkahan,” tutupnya.
Senada dengan Irwan, Khofifahpun juga menganggap beruntung mendapatkan nomor dua. Menurutnya, yang terbaik adalah yang di tengah. Jika ada 3 paslon, maka yang di tengah adalah yang terbaik.
“Ketika kami nomor dua, maka guru saya, bu nyai bilang yang paling baik yang di tengah, maka yang tengah yang baik. Mudah-mudahan ini jadi kebaikan bagi kita semua,” kata Khofifah.
Ketum PP Muslimat NU ini juga menyebut, nomor 2 adalah angka yang melambangkan optimisme. Khofifah yakin atas restu warga Jatim, dirinya dan Emil akan memimpin kembali Jatim di periode keduanya.



