Yusuf menerangkan, guru-guru yang mengikuti PPG kali ini kebanyakan adalah tenaga pendidik PAI yang sudah lama mengajar di sekolah.
“Insyaallah yang sudah lama ini sudah terdata semua. Nanti juga ada tahapan-tahapan untuk guru yang baru,” terangnya.
Di samping itu, Kepala Kemenag Kota Surabaya, Pardi menjelaskan yang mendapatkan beasiswa ini adalah guru-guru yang belum melakukan sertifikasi PPG. Setelah mengikuti sertifikasi, data 713 guru itu akan disinkronkan dengan data yang ada di Dapodik dan Kemenag Surabaya.
“Tahun ini (yang belum) sudah nggak ada, sudah masuk di sini semua. Karena kan selama ini menunggu pelaksanaan Kemenag, yang bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), seperti UINSA, UIN Malang, dan semuanya, karena itu kuota jadi itu nggak bisa semuanya,” jelasnya.
Setelah para guru itu lulus PPG, maka nomor registrasinya akan didaftarkan ke dalam database Dapodik dan Kemenag Surabaya. “Jadi, begitu ada pencairan, itu (TPG) bisa kita ajukan,” pungkasnya. (Cn01/hadi)












