Sebab, Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menginginkan, Kota Pahlawan bisa memanfaatkan layanan kesehatan seperti di negara tetangga.
“Seperti Singapura, rumah sakit ditanggung (tercover), kecelakaan ditanggung (tercover), masa Surabaya tidak bisa? Target kita di 2027 bisa seperti itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Kota Surabaya, berupa piagam Penghargaan Pemerintah Daerah Terbaik I dengan Kategori Pertumbuhan Universal Coverage Jamsostek Segmen Penerima Upah Periode Desember 2021 sampai dengan Agustus 2024 di Provinsi Jawa Timur.
“Karena memang peningkatannya semula 61 ribu (Warga Pelayan Masyarakat dan Non ASN), bertambah 22 ribu (Warga Pelayan Masyarakat), dan sekarang menjadi 83 ribu lebih selama 2023 sampai 2024. Ini terbaik se-Jawa Timur untuk coverage penerima upah,” kata Hadi Purnomo.
Hadi Purnomo pun menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Eri atas komitmen Pemkot Surabaya yang terus berupaya memberikan jaminan sosial kepada Warga Pelayan Masyarakat.
“Ini sangat luar biasa, baru terjadi di 2023-2024. Akselerasinya cukup besar, total 83 ribu, artinya dari penduduk pekerja di Surabaya, sekian persen telah dilindungi oleh Pemkot Surabaya,” ujar dia.
Selain itu, berdasarkan komitmen Wali Kota Eri pada 2027, dia menargetkan semua masyarakat Surabaya bisa tercover BPJS Kesehatan, dan apabila mengalami kecelakaan kerja bisa tercover BPJS Ketenagakerjaan.
“Jadi beliau ingin seperti negara sebelah yang sudah melindungi, baik kesehatan maupun ketenagakerjaannya,” pungkasnya.(cn01/hadi)












