Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, pihaknya telah menyiapkan crisis center untuk menangkis informasi keliru yang beredar tentang Gunung Agung.
“Cerita di luar sudah meletus, kejadian 1963 disamakan dengan kondisi sekarang,” kata Yuniartha.
Crisis center terdiri dari unsur pemerintah, organisasi kepariwisataan dan pelaku pariwisata. Crisis center ini secara pro aktif memberikan informasi ke agen-agen wisata dan pihak terkait mengenai kondisi sesungguhnya dari Gunung Agung.



