” Jadi, keberhasilan program KB di Jatim bisa memutus matarantai kemiskinan, karena penyebab utama ibu meninggal saat melahirkan adalah kemiskinan,” ujarnya.
Meskipun, jumlah pasangan subur di Jatim terus bertambah, namun kesejahteraan di Jatimpun masih relative bagus. Kondisi tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jatim, Dra. Nina Soekarwo,MSi yang akrap dipanggil Bude Karwo, saat memberikan pengarahan pada acara Pencanangan Kesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan Tahun 2015, Senin (9/11) di Ruang Pertemuan Lt. 3 Kantor Bappeprov. Jatim.
Menurutnya, tingkat kesuburan di Jatim masih terkontrol atau relative bagus yakni pada angka 1,96 persen sementara target Jatim pada angka 2,1 persen. Sedang TFR atau tingkat kesuburan nasional saat ini berada pada angka 2,41 persen.
” Jadi, keberhasilan program KB di Jatim bisa memutus matarantai kemiskinan, karena penyebab utama ibu meninggal saat melahirkan adalah kemiskinan,” ujarnya.
Wanita yang akrab disapa Bude Karwo ini mengatakan, tahun 2012 lalu Jatim mencanangkan program 10.000 taman Posyandu, ternyata targetkan tersebut bisa terlapaui yakni sekitar 12 ribu taman posyandu lebih yang telah berdiri di 38 kab/Kota se jatim.












