Sutopo menambahkan, sekitar 1.300 warga harus mengungsi karena rumahnya rusak. Dikhawatirkan akan adanya longsor susulan.
“Pengungsi tersebar di beberapa titik seperti di balai desa, madrasah, tetangga terdekat dan di rumah kerabatnya,” katanya.
Longsor juga menyebabkan 3 unit sekolah rusak sedang, 14 unit masjid rusak ringan, 18 unit musala rusak sedang, 3 saluran irigasi rusak berat, 1 unit sarana air bersih milik Ponpes Riyadul Muthadin rusak berat, 5 titik jalan tertimbun dan 1 jalan putus.
Dikatakan Sutopo, BPBD Kabupaten Cianjur bersama TNI, Polri, BPBD Provinsi Jawa Barat, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bupati Cianjur telah menetapkan status tanggap darurat bencana longsor tanggal 1-7 Oktober 2017.












