Menurutnya, dalam membangun produk UMKM dalam negeri agar bersaing dan memiliki nilai jual perlu usaha yang lebih keras dibandingkan dengan mengimpor barang dari negara lain.
“Kami mau sebagai salah satu pemain besar di Indonesia, kami mau bikin UMKM juga ikut dibesarkan. Lebih susah daripada mengambil barang impor? Ya lebih susah. Kalau saya kepinginnya, paling enggak 30-40 persen produsen lokal,” paparnya. (CN1)












