Baik depresi maupun gangguan makan melibatkan ketidakseimbangan kimiawi di otak. Neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam mengatur suasana hati dan nafsu makan, seringkali terganggu pada individu yang mengalami kedua kondisi ini.
3. Faktor Psikologis
Faktor psikologis seperti rendahnya harga diri, perasaan tidak berharga, dan kesulitan mengelola emosi juga berperan penting dalam hubungan antara depresi dan gangguan makan. Individu dengan depresi seringkali menggunakan makanan sebagai cara untuk mengatasi emosi negatif, yang kemudian dapat berkembang menjadi gangguan makan.
4. Siklus Setan



