Dibeberkan Presiden LSN ini,Kabupaten Jember berada di urutan kedua dengan jumlah penduduk miskin di Jatim. “Mereka tersebar di tiga wilayah, yakni perdesaan, pinggiran hutan dan kebun serta pantai,”jelasnya.
Gus Fawait mengatakan sekarang ini di saat angka kemiskian di Jatim turun, jumlah penduduk miskin di Jember justru meningkat. ” Permasalahan kemiskinan adalah permasalahan pekerjaan rumah bersama. Oleh sebab itu, fenomena kemiskinan tersebut ke depan jangan sampai terjadi lagi di Jember, ” jelasnya.
Berdasarkan data BPS Jember yang dikutip Gus Fawait -sapaan akrabnya-, tren jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember selama periode Maret 2022-Maret 2023 bertambah sebanyak 3,73 ribu jiwa. Dari 232,73 ribu jiwa pada Maret 2022 menjadi 236,46 ribu jiwa pada Maret 2023.











