Setelah Perang Dunia II, konsumsi daging ayam di Amerika Serikat mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan daging ayam yang melimpah dan harga yang relatif terjangkau. Nugget ayam yang praktis dan lezat menjadi pilihan yang populer di kalangan masyarakat.
Berkat inovasi dari Robert C. Baker, produksi nugget ayam dapat dilakukan secara massal. Daging ayam giling dicampur dengan berbagai bahan seperti tepung roti, telur, dan bumbu, kemudian dibentuk menjadi potongan-potongan kecil. Setelah itu, nugget ayam dilapisi tepung roti dan digoreng atau dipanggang.
Popularitas nugget ayam tidak hanya terbatas di Amerika Serikat. Makanan ini dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan menjadi salah satu makanan cepat saji yang paling digemari. Berbagai merek makanan cepat saji menawarkan menu nugget ayam dengan variasi rasa dan bentuk yang berbeda-beda.
Meskipun populer, nugget ayam juga sering menjadi bahan perdebatan. Beberapa orang mengkritik kandungan nutrisi nugget ayam yang rendah dan tinggi kandungan lemak serta sodium. Selain itu, proses produksi nugget ayam yang melibatkan banyak bahan tambahan juga menjadi perhatian.












