Agus menargetkan, inovasi tersebut bisa dilakukan uji coba tahun ini. Sehingga pada tahun 2025 bisa diproduksi massal dan digunakan untuk menunjang pekerjaan pejabat Pemkot Surabaya.
“Tentunya nanti akan ada trial dan eror terlebih dahulu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dan tahun depan sudah siap untuk diproduksi massal,” paparnya.
Terkait desain tablet, Agus menyebut sama seperti komputer tablet pada umumnya. Hanya saja aplikasi di dalamnya dirancang khusus untuk mendukung aspek perencanaan administrasi dan pembangunan Kota Surabaya.
“Seperti tablet pada umumnya, hanya saja desain dan merek-nya dari ITS sendiri,” pungkasnya. (hadi)












