“Potensi-potensi yang saat ini muncul ini juga tidak terduga, terutama setelah pembukaan ring es skating yang pertama di Surabaya sekitar setahun yang lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, sudah terlihat bakat-bakat muda yang muncul dan berpotensi besar untuk dibina,” jelas Thony.
Meski es skating bukan bagian dari budaya asli Indonesia yang beriklim tropis, Thony yakin bahwa Surabaya dan Jawa Timur bisa menjadi pionir dalam ajang internasional dengan memanfaatkan potensi yang ada.
“Kita sadar bahwa skating ini bukan budaya dari kita karena kan kita sebagai negara tropis yang tidak memiliki musim dingin. Tetapi yang menjadi tantangan kita adalah bagaimana kota kita bisa ikut mewarnai di ajang internasional,” katanya.
Dalam upaya mempersiapkan atlet-atlet muda yang bisa berkompetisi di ajang-ajang besar mendatang, Thony menambahkan bahwa Pengprov FISI Jatim akan melakukan seleksi-seleksi dan pembinaan bibit-bibit potensial.
“Nanti kita lakukan sebuah seleksi-seleksi kemudian bibit-bibit itu akan sudah mulai kita persiapkan sehingga nanti kita untuk membawa Surabaya dan Jawa Timur untuk mewakili dalam PON nanti sudah bisa tercapai,” jelasnya.
Persiapan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat yang turut memberikan fasilitas. Selain itu, ada rencana untuk menghadirkan fasilitas serupa di beberapa daerah lain di Jawa Timur seperti Lamongan, Bojonegoro, Madiun, dan Malang.



