Koordinator Presiduium MW KAHMI Jatim itu mengatakan, Muswil bukan sebuah ajang persaingan untuk memilih pengurus, akan tetapi sebagai sebuah wadah agar bisa berkolaborasi dan bersinergi, supaya bisa memajukan roda organisasi kedepan.
“Kami menjadikan Muswil ini sebagai ajang silaturahmi pengusaha KAHMI. Yang terpenting adalah bagaimana bisa kolaborasi dan sinergi untuk mewujudkan visi dan misi organisasi,” kata ketua Perhimpunan Klinik Se-Jatim tersebut.
Putra asli Banyuwangi itu mengatakan, selain melakukan regenerasi kepemimpinan, Muswil tersebut diharapkan menjadi ajang untuk memberikan masukan kepada pemerintah, agar bisa menghasilkan kebijakan yang produktif dan memajukan dunia usaha.
“Muswil ini juga harus menjadi momen bagi para pengusaha, khususnya yang tergabung dalam HIPKA KAHMI Jatim untuk memberikan masukan kepada pemerintah,” kata pria yang hobby gowes tersebut.
Dokter yang terjun ke politik itu berharap agar pengurus baru nanti bisa membawa organisasi lebih maju lagi, sehingga para pengusaha bisa semakin berkembang lebih bagus.
“Kami optimis kedepan akan terus maju dan para pengusaha akan semakin berkembang,” kata ketua Jaringan Sahabat Dokter Agung (SDA) se-Jatim tersebut. (Caa)












