AdvertorialCakrawala SurabayaIndeks

Kisah Inspiratif Ibu di Surabaya: Ubah Pola Asuh, Selamatkan Anak dari Speech Delay Berkat SOTH

×

Kisah Inspiratif Ibu di Surabaya: Ubah Pola Asuh, Selamatkan Anak dari Speech Delay Berkat SOTH

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Eri Cahyadi bersama istri saat meninjau proses belajar mebagar di sekolah di Surabaya beberapa waktu lalu
Wali Kota Eri Cahyadi bersama istri saat meninjau proses belajar mebagar di sekolah di Surabaya beberapa waktu lalu

Sejak mengikuti program SOTH selama tujuh kali pertemuan, Zakia melihat perkembangan yang signifikan pada putranya. Dulu yang awal putranya lebih banyak diam dan takut ketika bertemu orang baru, sekarang ini menjadi lebih interaktif. “Dulu putra saya menangis jika bertemu orang lain selain keluarga. Dia lebih memilih diam di rumah dengan handphone. Sekarang dia sudah bisa merespons ketika dipanggil, mau bermain dengan teman-temannya, dan mulai berbicara meski dengan kata-kata yang terputus,” ungkap Zakia.

Karena itu, Zakia bersyukur atas program SOTH yang telah membantu putranya. Ia pun ingin menginspirasi ibu-ibu lain yang memiliki anak speech delay untuk tidak menyerah dan terus berusaha membantu anak-anak mereka. “Kepada Bapak Wali Kota dan Ibu Wali Kota, Bapak Lurah dan Ibu Lurah, saya mengucapkan terima kasih banyak. Semoga program SOTH ini semakin berjaya dan dapat membangun generasi bangsa yang luar biasa,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Lurah Kapasari, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Ridzotullahmad Nurchakim menjelaskan, program SOTH di wilayahnya sudah berjalan sejak 2023. Program ini diawali percontohan di RW 5 dengan sasaran 10 orang peserta. Sedangkan untuk pengisi materi, berasal dari berbagai lintas stakeholder. “SOTH RW di 2023, berkembang lagi di SOTH kelurahan. Nah, SOTH tingkat kelurahan di 2023 ini pesertanya mencapai 16 ibu dan balita. Dimana fokus kepada ibu yang memiliki balita stunting dan pra-stunting,” kata Edo, sapaan lekatnya.

Dalam program SOTH ini, pihaknya dibantu enam kader pendamping. Fungsi dari kader pendamping sendiri adalah mendampingi dan sekaligus mengajak balita bermain ketika ibunda mereka mendapatkan materi pembelajaran. “Jadi ketika ibu balita mendapatkan pelajaran dari pemateri, maka anak-anak balitanya diasuh atau diajak bermain sambil belajar oleh enam kader pendamping,” papar Edo.

Edo juga menjelaskan total pembelajaran program SOTH di tahun 2023 berisi 13 paket materi. Belasan paket materi itu sudah komprehensif dalam memberikan wawasan kepada ibu balita terkait parenting. “Harapannya dipraktikkan dalam keluarga di rumah untuk menjadikan anak lebih sehat dan cerdas,” tutur dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *